
wandinews.com - Kedatangan pendangdut Rhoma Irama di kantor Panitia Pengawas Pemilu disambut antusias puluhan orang penggemarnya. Mereka melantunkan salawat saat Rhoma tiba dengan mengendarai mobil Mercy hitam berpelat nomor B 3 39 IA sekitar pukul 10.00 WIB.
Sebelum diperiksa, Rhoma dan Ketua Panwaslu Ramdansyah menggelar konferensi pers singkat. Rhoma tampak menahan emosi, bahkan matanya berkaca-kaca. Dia terlihat menahan tangis sebelum kemudian menjelaskan ihwal tuduhan bahwa dia sengaja menghasut warga untuk memilih Gubernur Jakarta berdasarkan agama kandidat.
Mengetahui sang ayah bersedih, anak Rhoma Irama, Vicky Irama, mengatakan ayahnya menangis karena terharu. "Bokap menangis bukan karena terpojok, tapi terharu melihat teman-teman yang peduli nama Islam," ujarnya di kantor Panwaslu Jakarta, Senin, 6 Agustus 2012.
Ia pun mempertanyakan adanya pihak yang tersinggung dengan dakwah yang dilakukan sang ayah. "Kalau mau menyiarkan apa yang ada dalam ajaran Anda, silakan, itu amanah," ujarnya.
Vicky yakin ayahnya tidak bersalah. Menurut dia, Rhoma hanya menjalankan tugasnya sebagai pendakwah. "Saya lihat video ceramahnya selama tujuh menit dan jelas sekali itu dakwah," ucapnya.
Ceramah yang dimaksud Vicky adalah siraman rohani yang dilakukan Rhoma di sebuah masjid pada akhir Juli lalu. Ketika itu, raja dangdut ini meminta warga Jakarta memilih calon pemimpin yang seiman. (tempo.co)
Sebelum diperiksa, Rhoma dan Ketua Panwaslu Ramdansyah menggelar konferensi pers singkat. Rhoma tampak menahan emosi, bahkan matanya berkaca-kaca. Dia terlihat menahan tangis sebelum kemudian menjelaskan ihwal tuduhan bahwa dia sengaja menghasut warga untuk memilih Gubernur Jakarta berdasarkan agama kandidat.
Mengetahui sang ayah bersedih, anak Rhoma Irama, Vicky Irama, mengatakan ayahnya menangis karena terharu. "Bokap menangis bukan karena terpojok, tapi terharu melihat teman-teman yang peduli nama Islam," ujarnya di kantor Panwaslu Jakarta, Senin, 6 Agustus 2012.
Ia pun mempertanyakan adanya pihak yang tersinggung dengan dakwah yang dilakukan sang ayah. "Kalau mau menyiarkan apa yang ada dalam ajaran Anda, silakan, itu amanah," ujarnya.
Vicky yakin ayahnya tidak bersalah. Menurut dia, Rhoma hanya menjalankan tugasnya sebagai pendakwah. "Saya lihat video ceramahnya selama tujuh menit dan jelas sekali itu dakwah," ucapnya.
Ceramah yang dimaksud Vicky adalah siraman rohani yang dilakukan Rhoma di sebuah masjid pada akhir Juli lalu. Ketika itu, raja dangdut ini meminta warga Jakarta memilih calon pemimpin yang seiman. (tempo.co)
buat bang haji, kalo lagi hidup di dunia musik nggak usah bawa2 sisi politisnya, kalo emang mau masuk ke dunia politis boleh diimbangi dengan musik biar nggak stress...kalo mau tahu berita mengenai jakarta silahkan masuk dan kunjungi http://www.108jakarta.com/
BalasHapus