Video pidato calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono diputar dalam acara resmi Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Selasa (30/6). Acara yang digelar di pendapa kabupaten tersebut bertajuk pengajian umum dalam rangka renungan Rajabiah tahun 2009.
Hadir dalam acara tersebut Menteri Komunikasi dan Informatika Muhamad Nuh dan Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin berikut sejumlah musyawarah pimpinan daerah setempat. Sekitar 2.500 guru (MI,MTs, MA, TPQ) dan guru ngaji diundang dalam kesempatan itu.
Di awal acara, video pidato SBY diputar pada dua layar. Dalam video berdurasi sekitar 10 menit itu, SBY berpidato mengenai isu-isu seputar pemilihan presiden.
Di antaranya adalah SBY membantah isu yang menuding bahwa Boediono adalah nonmuslim. SBY juga menjelaskan alasannya memilih Boediono sebagai calon wakil presiden.
Acara bertajuk pengajian itu sendiri justru tidak ada acara pengajiannya. Isinya hanya pidato Hasan dan Nuh terkait pilpres.
Dikonfirmasi usai acara, Nuh menyatakan, pemutaran video pidato SBY tersebut bukanlah kampanye. Alasannya, hal tersebut merupakan klarifikasi dari presiden. Namun saat ditanya, mengapa klarifikasi soal capres dan cawapres disampaikan dalam acara pemerintahan, Nuh mengatakan bahwa siapa saja bisa melakukannya sejauh untuk mengklarifikasi.
Hasan Aminuddin mengatakan, pemutaran video tersebut merupakan inisiatifnya. Alasannya, ada distorsi informasi SBY sebagai presiden.
Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Probolinggo Wiwit Agus Pribadi, saat dikonfirmasi melalui telepon seleluarnya, awalnya justru menyangkal kejadian tersebut. Namun saat disebutkan bahwa Kompas hadir dalam acara itu, Wiwit langsung menyatakan akan mengonfirmasi ke protokol.