Blog ini berisi berbagai informasi dan opini yang bersumber dari kutipan berbagai media massa baik internet, TV, Radio, dan Surat Kabar. Konten kemungkinan berisi informasi tidak akurat atau salah, karena berdasarkan berita, rumor, gosip, kabar burung, selentingan, bisik-bisik dan pendapat para naraBlog di dunia maya. Semua isi yang di Posting di blog ini adalah hak cipta masing-masing pemilik.

Ini Dia Modifikasi Honda Revo 110 Bikinan Produsen

Minggu, 01 Februari 2009

Ketika memperkenalkan Honda Absolute Revo 110 CC di FX Sudirman, Jumat (29/1) PT Astra Honda Motor (AHM) selaku agen tunggal pemegang merek motor Honda tak cuma memajang beberapa unit dari tiga varian sebagai varian baru, yakni Spoke, Casting Wheel dan Deluxe Casting Wheel). Ada dua unit Alsolute Revo yang sudah dimodifikasi ikut dipajang, yakni Revo Sporty Hitech dan Revo Luxury VIP yang telah mengundang perhatian wartawan.

"Kedua Honda Absolute Revo 110 cc ini dipermak oleh tim Honda Research & Development South East Asia (HRS)," bilang Reza Goduan Parulian, selaku Styling Designer sekaligus supervisi dalam menggarap proyek yang menghabiskan waktu hampir 3 bulan.

Sebelum memoles motor, terlebih dulu dibuatkan gambar yang kata Reza butuh waktu sebulan. "Sedangkan proses penggarapan berlangsung sekitar lima minggu dan dari kedua motor itu masing-masing dikomandoi oleh satu orang," tegas Reza.

Untuk biaya modifnya, lanjut Reza, Revo Hitech menghabiskan sekitar Rp30 juta, sedang Luxury sekitar Rp20 juta. "Namun modifikasi ini sebagai referensi saja, makanya bentuk asli motor masih kuat," papar Reza.


Pantas bila Absolute Revo Sporty Hitech paling mewah. Tapi paling menarik dari modifikasi ini adalah desain knalpotnya. Baik yang Hitech maupun Luxury dirancang gaya moge. Modelnya tidak lagi panjang, tapi pendek dan desainnya trapesium, bukannya bulat atau lonjong.

Paling mewah dari kedua model ini yang Sporty. Kedua pelek yang superlebar bikinan sendiri, termasuk desain jari-jarinya. Kesan sebagai motor bertenaga kencang dipancarkan lewat penghenti laju, baik depan maupun belakang sudah menganut sistem rem cakram. Kemudian suspensi standar diubah modelnya menjadi monosok.Tak cuma itu, lengan ayun standar dikasih kondom (dibungkus) model ganda membuat tampilan bebek tambah kekar. Lalu, bagian tertentu dari bodi dibikin motif kevlar seperti bagian tengah motor, sepatbor belakang dan sebagian sepatbor depan, bagian dalam sayap, batok lampu dan pegangan (bagian belakang jok). Trus, grip pada setang juga diganti dan dikasih ujungnya dikasih penyeimbang.

Pada bagian luar sayap dikasih dua lampu kecil, salah satunya berfungsi sebagai lampu sein. Sayangnya, footstep masih standar dan pijakan kaki buat pebomceng tidak ada. Termasuk juga pada model Luxury. Bisa dimaklumi, namanya juga modifikasi buat referensi.

Sementara pada model Luxury, sistem suspensi masih merujuk pada standar. Hanya sudut kemiringannya sudah diubah lebih ke depan dan memakai model gas. Selain knalpot yang pendek, hal menarik lainnya pijakan kaki buat pengendara dibikin lebar. Sepatbor belakang dirancang model motogp. Sangat pas dengan pelek palang enam.

Ada Singa Laut Yang Pandai Menulis di Cina

Belajar bermacam-macam bahasa sudah biasa dilakukan orang. Namun pengelola Kebun Binatang NiNgboo, Cina, sengaja menghabiskkan waktu tiga bulan mengajari singa laut yang dinamai Peter untuk menulis bahasa Cina.

Singa LautPeter lumayan cepat menangkap “pelajaran” barunya. Buktinya hewan berkumis itu mampu menulis “kerbau” dalam bahasa Cina, juga membubuhkan tandatangannya yang bergambar singa laut dalam kata yang dituliskannya.

Setelah menulis, Peter, singa laut berusia enam tahun, memegang cap tandatangannya dan membubuhkannya ke dalam surat..

Menurut pengelola Kebun Binatang Nigboo, Peter akan mendemonstrasikan kemampuan menulisnya bagi para turis pada Festival Musim Semi.

Pendaki Bugil di Swiss Terancam Denda

Pemerintah Swiss akan memerangi aksi kaum nudis. Sebuah pemerintah lokal di sana akan menjatuhkan sanksi bagi para pendaki gunung bugil.

Foto: Pendaki gunung telanjang, Steven Gough, beraksi di Land's End, Inggris.

Pemerintah di wilayah Appenzell Innerrhoden akan memberlakukan denda bagi siapa saja yang kedapatan mendaki gunung di wilayah itu tanpa busana.

Aturan ini akan diberlakukan sebelum musim pendakian gunung tahun ini. Itu setelah banyaknya kaum nudis beraksi di negara itu tahun lalu. Kebanyakan mereka dari Jerman.

"FKK" atau "budaya tubuh bebas" adalah tradisi populer di Jerman. Namun, Appenzell Innerrhoden tak ingin budaya itu menular di wilayahnya.

"Kami terpaksa memberlakukan aturan untuk melawan praktik tak pantas ini sebelum musim panas tiba," kata Mechior Looser, menteri kehakiman di wilayah Swiss barat laut itu.

"Poinnya adalah banyak anak-anak mengunjungi pegunungan kami di musim panas," katanya kepada koran Guardian, Sabtu (31/1).

Seorang pendaki gunung telanjang ditangkap pada musim gugur lalu di wilayah tersebut. Tetapi, dia tidak bisa didenda karena tidak ada aturannya. Karena itu, Pemerintah Apepenzell Innerrhoden membuat aturan tersebut.

Teleskop Pemburu Bumi Baru Siap Diluncurkan

NASA mengumumkan teleskop sederhana, Jumat, yang akan mengemban misi besar, yakni menemukan berbagai planet sejenis Bumi yang mengorbit bintang-bintang jauh.

Sekalipun para astronom telah menemukan lebih dari 330 planet yang mengelilingi bintang-bintang pada berbagai tata surya lain, tak ada dari mereka berukuran dan berlokasi yang diduga menjadi unsur penting untuk mendukung kehidupan.

Menyandang nama astronom abad 17 yang menguraikan gerakan planet-planet, teleskop Kepler dijadwalkan akan diluncurkan pada 5 Maret dengan roket tak berawak Delta 2 dari Stasiun AU Tanjung Canaveral.

Begitu mencapai posisi yang mengikuti orbit Bumi, Kepler memfokuskan kegiatannya selama tiga setengah tahun pada wilayah langit bertabur banyak bintang antara konstelasi Sygnus dan Lyra.

Dilengkapi dengan kamera 95 megapiksel, kamera terbesar hingga sejauh ini yang pernah diterbangkan ke antariksa, Kepler akan berupaya menemukan planet-planet seukuran Bumi yang mengorbit di dekat bintang-bintang induk mereka.

Para ilmuwan menyatakan kegiatan ini akan seperti berupaya menemukan agas atau nyamuk kecil di tengah cahaya kemilau.

Menurut seorang pengamat dari luar NASA, sebuah planet sebesar Jupiter mengecil di depan cahaya matahari. Jalan lintasan berbagai dunia seperti Bumi menghasilkan perubahan kecemerlangan sekitar 84 bagian dalam sejuta.

"Ini sinyal yang kecil sekali dan sulit sulit diprediksi," kata James Fanson, manajer proyek Kepler di Laboratorium Proplusi Jet badan antariksa AS tersebut di Pasadena.

"Rencananya sih akan mengamati tempat ini selama tiga tahun dan menunggu sampai bintang-bintang itu berkedip."

Kepler akan mengirimkan data dari 170.000 target kepada para ilmuwan di Buni untuk dianalisa.


Hanya sebagian kecil

Bintang-bintang yang dipilih hanya sebagian kecil dari sekitar 4 juta obyek yang diamati Kepler, namun para ilmuwan ingin memaksimalkan waktu pengamatan teleskop untuk memastikan mereka dapat menangkap sebanyak mungkin bintang yang berkelap-kelip.

Untuk menemukan planet seperti Bumi, para ilmuwan akan membutuhkan sedikitnya empat transit, suatu proses yang memakan waktu sekitar tiga setengah tahuan. Teleskop-teleskop berbasis darat akan difgunakan untuk memverikasi hasilnya.

"Terdapat beberapa fenomena astrofisika yang menyamar sebagai planet," ujar Michael Bicay, direktur sains pada Pusat Riset Ames NASA di California, kepada para wartawan di Tirusville, Florida, tempat teleskop Kepler sedang disiapkan bagi peluncurannya.

"Kami harus memilah-milah mereka," kata Bicay, seperti dilaporkan Reuters.

Ta seorang pun tahu seberapa banyak bintang yang memiliki planet bertubuh padat seperti Bumi yang mengorbit di berbagai kawasan yang dapat dihuni, tempat adanya air cair.

Air diyakini sebagai unsur terpenting bagi kehidupan, kendatipun bukti ini hanya didasarkan pada satu contoh, yakni Bumi.

"Kita berhak hidup dalam suatu masa dan sebuah negara yang memiliki teknologi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini secara ilmiah," kata Fanson.

Berita Menarik

Entri Populer

Follow Us

 

counter stats
.